jump to navigation

Apresiasi Musik Daerah Maret 25, 2010

Posted by studiokarawitan in Uncategorized.
add a comment

Berbeda dengan musik barat yang segala sesuatunya hampir dapat dipastikan atau diseragamkan, maka dalam musik daerah terjadi kebalikannya. Sesuai dengan namanya, maka unsur perbedaan antara daerah yang satu dengan lainnya menjadi sesuatu yang harus diterima dan dipahami secara bersama-sama.

Semboyan “Bhineka Tunggal Ika” yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu jua merupakan suatu pemikiran positif dalam rangka tetap menerima fakta, menghargai dan mengakui eksistensi masing-masing. Bagaimanapun juga mereka telah lahir, hidup, dan berkembang sesuai dengan habitat dimana mereka berasal. Bahkan di daerahnya mereka telah tumbuh subur melalui pelestarian, dan pengembangan dari seperangkat kebakuan yang kadang-kadang sangat rumit, serta memiliki prinsip-prinsip estetika yang harus dilaksanakan. Prinsip-prinsip estetika yang dimiliki terdiri dari seperangkat faktor, dan berpotensi memberikan ciri khas pada dirinya. Pada suatu ketika prinsip-prinsip estetika dapat berujud sesuatu yang kaku, yang harus dipenuhi dan dilaksanakan. Namun pada kesempatan lain prinsip-prinsip estetika dapat di-”fleksibel”-kan sesuai dengan kebutuhan. Sehingga munculah apa yang disebut dengan “improvisasi”. Pada umumnya dalam musik daerah, atau seni pertunjukan tradisi lainnya, improvisasi merupakan bagian yang telah menyatu dalam kehidupannya. Dari improvisasi kemudian dikembangkan menjadi bentuk-bentuk yang lebih nyata, meskipun kadarnya akan berbeda karena pengaruh waktu, kebutuhan, dan lain sebagainya.

Berbicara musik daerah di Indonesia maka ingatan kita akan tertuju pada kompleksitas yang ada di dalamnya. Berbagai macam bentuk musik daerah yang ada masing-masing mempunyai atribut tersendiri yang dapat membedakan satu dengan lainnya. Keanekaragaman yang terjadi merupakan suatu kekayaan yang tidak ternilai harganya, dan patut untuk selalu ditengok, disapa, dipelihara, dikembangkan sesuai dengan kebutuhan jaman. Dalam melakukan pengembangan tidak menutup kemungkinan terjadinya saling adopsi di antara mereka. Adopsi yang terjadi bukan sebagai bentuk intervensi yang dapat menenggelamkan atau mengkultuskan salah satu diantara mereka, melainkan sebagai  pertukaran yang saling menguntungkan demi kelangsungan hidup. Sehingga tidak mengurangi kedalaman isi, nilai historis, maupun kandungan filosofis yang ada.

Dewasa ini, khususnya dalam konteks multikulturalisme, permasalahan pertukaran sudah dianggap sebagai sesuatu yang lazim terjadi. Munculnya istilah kolaborasi merupakan indikasi bahwa sudah terjadi perkawinan antara bentuk-bentuk seni pertunjukan tradisi dengan melakukan lintas gaya. Lintas yang terjadi tidak hanya dalam skala nasional, melainkan lebih jauh lagi yaitu pada skala internasional. Kondisi yang demikian menjadikan dalam jagad seni pertunjukan sudah lebih fleksibel, dan berkurang sekat-sekat yang melilitnya. Dalam lingkup seni musik daerah, perubahan dan perkembangan yang terjadi sekarang ini di satu sisi dapat menambah, memperkaya warna-warna peformance yang dihasilkan, namun di sisi yang lain dapat pula mengaburkan ciri masing-masing etnis yang ada karena menjadi lebih general. Sehingga dibutuhkan kemampuan dalam melakukan, dan memaknai perubahan yang terjadi, karena dalam seni musik daerah segala sesuatunya hampir mustahil untuk diseragamkan,  dan memiliki kepastian.

KREATIVITAS MEMBUAT MELODI Maret 19, 2010

Posted by studiokarawitan in Uncategorized.
Tags:
3 comments

A.    PENDAHULUAN

Menata/membuat  melodi dan lagu adalah syarat utama dalam penciptaan karya kreativitas seni musik meskipun pada taraf yang paling sederhana, sebab pembuatan  melodi dan lagu merupakan langkah awal atau dasar dari tahap-tahap pembuatan kreativitas seni musik.

Bagi para komposer pemula, aplikasi pembuatan melodi dan lagu dalam penciptaan kreativitas seni musik  sering dirasakan sulit meskipun kadang-kadang dalam angan-angannya sudah tercipta maksud dan nuansa yang akan diterjemahkan. Kesulitan itu biasanya terletak pada  bagaimana cara menuangkan maksud maupun nuansa ke dalam melodi dan lagu.

Melodi dan lagu dalam proses pembuatan karya merupakan proses yang berkesinambungan, yang diawali pembuatan melodi kemudian dilanjutkan dengan teknik perangkaian melodi menjadi lagu.

Untuk menyikapi hal tersebut, bahan ajar ini secara khusus akan membahas cara-cara dasar membuat melodi  yang dituntun secara bertahap dengan bentuk pemahaman cara pembuatan, latihan-latihan, dan penerapan melodi  secara tertulis maupun praktek.  Materi yang dibahas adalah tehnik merumuskan melodi, membuat melodi, dan menerapkan nada dalam melodi. Sedangkan pengertian lagu dan kedudukannya dalam kreativitas seni musik tetap akan dibahas tetapi hanya sebatas selayang pandang agar pengertian antara lagu dan melodi tidak tumpang tindih. Untuk pengertian lagu secara mendalam akan dibahas pada bahan ajar  yang lain.

Bahan ajar ini juga sebagai dasar pemelajaran yang lain dalam lingkup penciptaan kreativitas seni musik yang berjalan secara berkesinambungan antara kertas yang satu  ke kertas berikutnya.

  1. B. PENGERTIAN MELODI DAN LAGU

Sebelum mempelajari pengertian melodi,  perlu adanya pemahaman terlebih dahulu bahwa modul ini diperuntukkan  guru seni budaya  di seluruh Indonesia. Padahal telah kita ketahui, bahwa jenis Seni musik yang tumbuh berkembang di Indonesia sangat beragam dengan mempunyai kekhasan bentuk, jenis, dan penyajian yang berbeda-beda antara satu tempat dengan yang lain.  Untuk penciptaan kreativitas seni musik yang berbekal pada bentuk kesenian etnik tidak terjadi kendala, karena cara kerja menciptakan kreativitas adalah sama  meskipun dengan materi yang berbeda-beda. Perbedaan hanya terletak pada teknik pendekatan pembelajaran yang disampaikan, yaitu teknik pembelajaran yang tidak hanya terkonsentrasi pada salah satu etnik saja, melainkan pendekatan secara menyeluruh sehingga diharapkan semua peserta mampu menyerap dengan detail dan akhirnya dapat mengembangkan seni musik etnik masing-masing.

Secara garis besar tangga nada yang merupakan materi dasar yang digunakan oleh seni musik tradisi diseluruh Indonesia dapat dibedakan menjadi dua yaitu tangga nada diatonis dan tangga nada pentatonis.

Pengertian Melodi dan lagu

Dimuka telah disinggung, bahwa agar tidak terjadi pengertian yang tumpang tindih antara melodi dan lagu, maka pengertian dasar tersebut akan dijelaskan sebagai berikut:

1   Pengertian melodi adalah susunan nada yang diatur tinggi rendahnya, pola, dan                   harga nada sehingga menjadi kalimat lagu.

2      Pengertian lagu adalah susunan kalimat lagu  yang membentuk suasana atau nuansa  tertentu.

Hal ini dapat dipahami bahwa kedudukan nada adalah sub bagian dari melodi, sedangkan melodi adalah bagian dari lagu. Sebagai ilustrasi untuk memperjelas maksud tersebut,  coba kita analogkan kedalam struktur bahasa. Nada dapat dianalogkan sebagai kata, melodi kita analogkan sebagai kalimat, sedangkan lagu dapat dianalogkan sebagai alinea. Untuk semakin memperjelas kita simak contoh berikut :

  1. Kalimat  I     :  Pada hari senin bapak membuat meja.
  2. Kalimat  II    :  Pada hari selasa bapak membuat kursi.
  3. Kalimat  III  :  Pada hari rabu bapak membuat lemari.
  4. Kalimat  IV  :  Pada hari kamis bapak membuat jendela.
  5. Kalimat  V   :  Pada hari jumat bapak membuat pintu.
  6. Kalimat  VI  :  Pada hari sabtu bapak membuat rak buku.
  7. Kalimat  VII :  Pada hari minggu bapak membuat rak piring.

Kalimat I sampai dengan VII apabila dirangkai atau disusun akan menjadi alinea yang sudah mempunyai pokok pikiran ‘ jadwal kegiatan kerja bapak selama satu minggu’. Alinea terbut adalah :

Pada hari senin bapak membuat meja, selasa membuat kursi, rabu membuat lemari, kamis membuat jendela, jumat membuat pintu, sabtu membuat rak buku, dan minggu membuat rak piring.

Cara penyususan alinea mulai dari pemilihan kata, penyusunan kata menjadi kalimat, dan penyusunan kalimat menjadi sebuah alinea, setidaknya dapat memberi gambaran tentang teknik pembuatan melodi dan lagu meskipun hal tersebut tidak dapat terlepas dari unsur intuisi masing-masing pencipta. Selanjutnya contoh cara kerja dalam struktur bahasa tersebut kita coba terapkan kedalam pembentukan melodi dan lagu di bawah ini :

Seni tradisi dan apresiasi musik daerah Nusantara Maret 19, 2010

Posted by studiokarawitan in Uncategorized.
add a comment

Di era sekarang ini banyak kalangan mempertanyakan kembali tentang kehidupan seni tradisi nusantara. Apakah masih potensial seni tradisi hidup di dalam kepungan budaya popular dan modern seperti sekarang ini, serta mampukah mengikuti dinamika kebudayaan sekarang yang semakin serba cepat. Belum banyak juga yang menggagas seni tradisi sebagai sarana untuk penanaman nilai-nilai kenusantaraan terhadap siswa-siswi di sekolah sejak dini. Bagaimana menerapkan pilihan-pilihan materi pendidikan seni yang harus di komposisikan dalam desain kurikulum sekolah formal untuk dijadikan sebuah mata pelajaran yang proporsional. Tampaknya itu semua masih dalam perdebatan yang cukup hangat di kalangan pendidikan.

Pada umumnya orang beranggapan bahwa seni tradisi adalah kuno, ketinggalan jaman, kurang trend, tidak gaul dan sebagainya, sehingga berdampak serius terhadap kehidupan seni tradisi itu sendiri, yang menyebabkan semakin terpinggirkan dalam kehidupan sekarang. Lihat saja kehidupan remaja-remaja sekarang, mereka lebih percaya diri dengan gaya kehidupan yang berbau barat, dari segi cara berpakaian, cara meluangkan seni dalam bermusik juga lebih suka dengan aliran Rock and Roll, music underground, maupun music barat yang lainnya. Melihat hal tersebut sebenarnya bukan masalah kita untuk mengadopsi berbagai gaya kehidupan barat yang dirasa lebih trend dari budaya kita sendiri. Tapi jangan begitu saja melupakan seni tradisi milik kita yang juga tidak kalah menarik dengan budaya barat. Yang perlu ketahui kehidupan mereka di sana juga timbul dari tradisi mereka yang telah di turunkan secara turun temurun dan di wariskan kegenerasi berikutnya. Apakah kita juga tidak ingin kehidupan seni di nusantara ini bisa berkembang seperti halnya mereka mempertahankan music tradisi mereka.

Untuk memposisikan dalam situasi ini perlunya kearifan untuk memandang, memperhatikan, dan juga memperlakukan seni tradisi nusantara dalam konteks ke Indonesiaan semakin diperlukan. Bagaimana cara mengangkat kehidupan seni tradisi dalam ranah yang lebih tinggi, agar mampu bersaing dengan kebudayaan luar yang semakin lama berkembang luas dilingkungan bangsa ini.

Dari sisi kebudayaan sebenarnya keberadaannya diakui atau tidak, telah berhasil dalam membawa peradaban Indonesia ke dalam pergaulan yang lebih luas, dan juga memiliki potensi untuk menaikkan kapasitas pencitraan Indonesia di mata dunia. Seperti yang sudah terjadi saat ini banyak orang dari negara-negara lain yang berbondong-bondong datang ke Indonesia hanya untuk mempelajari berbagai macam jenis music tradisi yang ada di nusantara ini, contoh banyak orang belajar musik tradisi Bali, Jawa, Yogyakarta, Kalimantan, Padang, maupun music tradisi lainnya. Dan juga seperti mempelajari tari-tarian tradisi nusantara ini yang begitu banyak ragamnya. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan adanya peningkatan kedatangan mahasiswa asing yang belajar di berbagai universitas di Indonesia yang memiliki jurusan seni, selain itu juga terjadi peningkatan kedatangan wisatawan mancanegara ke daerah yang memiliki kebudayaan-kebudayaan daerah.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.