jump to navigation

KREATIVITAS MEMBUAT MELODI Maret 19, 2010

Posted by studiokarawitan in Uncategorized.
Tags:
trackback

A.    PENDAHULUAN

Menata/membuat  melodi dan lagu adalah syarat utama dalam penciptaan karya kreativitas seni musik meskipun pada taraf yang paling sederhana, sebab pembuatan  melodi dan lagu merupakan langkah awal atau dasar dari tahap-tahap pembuatan kreativitas seni musik.

Bagi para komposer pemula, aplikasi pembuatan melodi dan lagu dalam penciptaan kreativitas seni musik  sering dirasakan sulit meskipun kadang-kadang dalam angan-angannya sudah tercipta maksud dan nuansa yang akan diterjemahkan. Kesulitan itu biasanya terletak pada  bagaimana cara menuangkan maksud maupun nuansa ke dalam melodi dan lagu.

Melodi dan lagu dalam proses pembuatan karya merupakan proses yang berkesinambungan, yang diawali pembuatan melodi kemudian dilanjutkan dengan teknik perangkaian melodi menjadi lagu.

Untuk menyikapi hal tersebut, bahan ajar ini secara khusus akan membahas cara-cara dasar membuat melodi  yang dituntun secara bertahap dengan bentuk pemahaman cara pembuatan, latihan-latihan, dan penerapan melodi  secara tertulis maupun praktek.  Materi yang dibahas adalah tehnik merumuskan melodi, membuat melodi, dan menerapkan nada dalam melodi. Sedangkan pengertian lagu dan kedudukannya dalam kreativitas seni musik tetap akan dibahas tetapi hanya sebatas selayang pandang agar pengertian antara lagu dan melodi tidak tumpang tindih. Untuk pengertian lagu secara mendalam akan dibahas pada bahan ajar  yang lain.

Bahan ajar ini juga sebagai dasar pemelajaran yang lain dalam lingkup penciptaan kreativitas seni musik yang berjalan secara berkesinambungan antara kertas yang satu  ke kertas berikutnya.

  1. B. PENGERTIAN MELODI DAN LAGU

Sebelum mempelajari pengertian melodi,  perlu adanya pemahaman terlebih dahulu bahwa modul ini diperuntukkan  guru seni budaya  di seluruh Indonesia. Padahal telah kita ketahui, bahwa jenis Seni musik yang tumbuh berkembang di Indonesia sangat beragam dengan mempunyai kekhasan bentuk, jenis, dan penyajian yang berbeda-beda antara satu tempat dengan yang lain.  Untuk penciptaan kreativitas seni musik yang berbekal pada bentuk kesenian etnik tidak terjadi kendala, karena cara kerja menciptakan kreativitas adalah sama  meskipun dengan materi yang berbeda-beda. Perbedaan hanya terletak pada teknik pendekatan pembelajaran yang disampaikan, yaitu teknik pembelajaran yang tidak hanya terkonsentrasi pada salah satu etnik saja, melainkan pendekatan secara menyeluruh sehingga diharapkan semua peserta mampu menyerap dengan detail dan akhirnya dapat mengembangkan seni musik etnik masing-masing.

Secara garis besar tangga nada yang merupakan materi dasar yang digunakan oleh seni musik tradisi diseluruh Indonesia dapat dibedakan menjadi dua yaitu tangga nada diatonis dan tangga nada pentatonis.

Pengertian Melodi dan lagu

Dimuka telah disinggung, bahwa agar tidak terjadi pengertian yang tumpang tindih antara melodi dan lagu, maka pengertian dasar tersebut akan dijelaskan sebagai berikut:

1   Pengertian melodi adalah susunan nada yang diatur tinggi rendahnya, pola, dan                   harga nada sehingga menjadi kalimat lagu.

2      Pengertian lagu adalah susunan kalimat lagu  yang membentuk suasana atau nuansa  tertentu.

Hal ini dapat dipahami bahwa kedudukan nada adalah sub bagian dari melodi, sedangkan melodi adalah bagian dari lagu. Sebagai ilustrasi untuk memperjelas maksud tersebut,  coba kita analogkan kedalam struktur bahasa. Nada dapat dianalogkan sebagai kata, melodi kita analogkan sebagai kalimat, sedangkan lagu dapat dianalogkan sebagai alinea. Untuk semakin memperjelas kita simak contoh berikut :

  1. Kalimat  I     :  Pada hari senin bapak membuat meja.
  2. Kalimat  II    :  Pada hari selasa bapak membuat kursi.
  3. Kalimat  III  :  Pada hari rabu bapak membuat lemari.
  4. Kalimat  IV  :  Pada hari kamis bapak membuat jendela.
  5. Kalimat  V   :  Pada hari jumat bapak membuat pintu.
  6. Kalimat  VI  :  Pada hari sabtu bapak membuat rak buku.
  7. Kalimat  VII :  Pada hari minggu bapak membuat rak piring.

Kalimat I sampai dengan VII apabila dirangkai atau disusun akan menjadi alinea yang sudah mempunyai pokok pikiran ‘ jadwal kegiatan kerja bapak selama satu minggu’. Alinea terbut adalah :

Pada hari senin bapak membuat meja, selasa membuat kursi, rabu membuat lemari, kamis membuat jendela, jumat membuat pintu, sabtu membuat rak buku, dan minggu membuat rak piring.

Cara penyususan alinea mulai dari pemilihan kata, penyusunan kata menjadi kalimat, dan penyusunan kalimat menjadi sebuah alinea, setidaknya dapat memberi gambaran tentang teknik pembuatan melodi dan lagu meskipun hal tersebut tidak dapat terlepas dari unsur intuisi masing-masing pencipta. Selanjutnya contoh cara kerja dalam struktur bahasa tersebut kita coba terapkan kedalam pembentukan melodi dan lagu di bawah ini :

Komentar»

1. sunan sada - April 18, 2010

maksudnya
tlong donk di ajarin

studiokarawitan - Mei 7, 2010

sebelumnya maaf, tulisan yang di muat belum semuanya masuk…jadi masih ada sambungannya

2. fika - Februari 27, 2011

mana lanjutannya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: